AspirasiRakyat.My.Id, Palangkaraya– Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran melakukan koordinasi dengan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dan Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki di Kantor Kementerian Kehutanan, Jakarta Pusat, Selasa, 4 Februari 2026.
Pertemuan tersebut membahas penguatan sinergi pusat dan daerah dalam mewujudkan pengelolaan hutan yang berkeadilan, berkelanjutan, serta berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Gubernur dmy.idampingi Pelaksana Tugas Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Herson B. Aden. Dalam pertemuan itu, dibahas arah kebijakan kehutanan yang tmy.idak hanya menitikberatkan pada aspek ekonomi dan konservasi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya yang bermukim di sekitar kawasan hutan di Kalimantan Tengah.
Gubernur Agustiar Sabran menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam memastikan kebijakan pengelolaan hutan dapat berjalan secara seimbang antara pemanfaatan dan pelestarian lingkungan.
“Pengelolaan hutan harus mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat tanpa mengabaikan prinsip keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Kalimantan Tengah memiliki kawasan hutan yang luas dan berperan penting secara nasional, sehingga diperlukan koordinasi yang intensif dengan pemerintah pusat agar kebijakan yang diterapkan dapat selaras dengan kebutuhan daerah.
Sementara itu, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menekankan pentingnya komunikasi yang berkesinambungan antara kementerian dan pemerintah daerah dalam implementasi kebijakan kehutanan di lapangan.
“Kolaborasi yang solmy.id antara pusat dan daerah menjadi faktor penting agar kebijakan kehutanan dapat berjalan efektif dan memberikan dampak positif bagi masyarakat serta menjaga kelestarian ekosistem,” katanya.
Melalui pertemuan tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berharap terbangun koordinasi yang berkelanjutan dalam merumuskan kebijakan pengelolaan hutan yang adil, berwawasan lingkungan, dan mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan.
“Sinergi ini menjadi langkah strategis dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian hutan demi kesejahteraan masyarakat Kalimantan Tengah,” Pungkasnya. (Red)
