Papua Barat Daya — Dewan Pimpinan Daerah (DPD I) Gerakan Pemuda Nusantara (GPN) Provinsi Papua Barat Daya secara resmi menyatakan dukungan penuh terhadap Surat Keputusan (SK) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) terkait penunjukan kepengurusan caretaker DPD KNPI Provinsi Papua Barat Daya yang baru.
Dukungan ini menyusul terbitnya SK kepengurusan transisi yang menunjuk Dikson Ringo sebagai Ketua Caretaker untuk menggantikan kepemimpinan sebelumnya. GPN menilai langkah DPP KNPI tersebut sebagai keputusan strategis demi menjaga keberlangsungan roda organisasi di provinsi termuda di Indonesia.
Sekretaris DPD I GPN Papua Barat Daya menegaskan bahwa kehadiran caretaker merupakan kebutuhan mendesak untuk mempersiapkan pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) yang definitif.
“Kami dari Gerakan Pemuda Nusantara melihat penunjukan ini sebagai solusi organisasi agar tidak terjadi kekosongan kepemimpinan. Kami siap bersinergi dengan Ketua Caretaker Dikson Ringo dan jajaran pengurus untuk segera mengonsolidasikan seluruh elemen pemuda di Papua Barat Daya,” ujarnya.
GPN juga menegaskan pengakuannya terhadap kepengurusan caretaker sebagai perpanjangan tangan resmi DPP KNPI yang memiliki mandat konstitusional untuk menyelenggarakan Musda I KNPI Papua Barat Daya.
Dalam pernyataan sikapnya, GPN mengajak seluruh Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) yang berhimpun di KNPI untuk menyambut baik masa transisi ini dan menghindari polemik yang berpotensi menghambat sinergi pemuda dengan pemerintah daerah. GPN berkomitmen mengawal seluruh tahapan kerja caretaker hingga terpilihnya ketua definitif yang mampu merangkul aspirasi pemuda di enam kabupaten/kota se-Papua Barat Daya.
Meski terdapat dinamika penolakan dari sebagian kelompok Cipayung Plus terkait penunjukan tersebut, GPN Papua Barat Daya tetap optimistis bahwa dialog dan komunikasi persuasif dapat menyatukan kembali persepsi pemuda demi kemajuan daerah.
“Tugas utama kita adalah pembangunan. Dengan adanya SK caretaker ini, agenda-agenda kepemudaan yang sempat tertunda harus segera dijalankan kembali,” tutup pernytaan .
