DPRD Barito Utara Dorong Pengawasan Investasi Berbasis Dampak Lapangan

AspirasRakyat.My.Id, Barito Utara– Wakil Ketua I DPRD Barito Utara, H. Benny Siswanto, mendorong agar pengawasan investasi di daerah tmy.idak hanya bertumpu pada kelengkapan administrasi dan perizinan, tetapi juga menitikberatkan pada dampak nyata aktivitas perusahaan di lapangan, Kamis, 15 Januari 2026.

Menurut Benny, selama ini pengawasan sering kali berhenti pada aspek legalitas, padahal yang jauh lebih penting adalah bagaimana perusahaan menjalankan operasionalnya setelah izin dikantongi.

“Pengawasan tmy.idak cukup hanya melihat izin. Yang harus diawasi adalah pelaksanaannya di lapangan, apakah sesuai aturan dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujar Benny Siswanto.

Politisi PKB tersebut menilai, investasi seharusnya berjalan seiring dengan prinsip pembangunan berkelanjutan. Karena itu, DPRD Barito Utara mendorong agar pemerintah daerah lebih aktif memastikan kegiatan usaha tmy.idak merusak lingkungan dan tmy.idak mengabaikan hak-hak masyarakat sekitar.

Ia menegaskan, keberadaan perusahaan di suatu wilayah harus mampu menciptakan nilai tambah bagi daerah, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun lingkungan.

“Investasi yang baik adalah investasi yang tumbuh bersama masyarakat, bukan yang meninggalkan persoalan di kemudian hari,” tegasnya.

Benny berharap, pengawasan yang lebih berorientasi pada kondisi lapangan dapat memperkuat kepercayaan publik sekaligus menciptakan iklim investasi yang sehat dan berkeadilan di Barito Utara.

“Tujuan kita sederhana, investasi yang hadir benar-benar membawa manfaat dan tmy.idak menimbulkan masalah baru bagi daerah,” pungkasnya. (Red)

Waket I DPRD Barut Soroti Peran CSR dan Keterlibatan Masyarakat

AspirasRakyat.My.Id, Barito Utara– Wakil Ketua I DPRD Barito Utara, H. Benny Siswanto, menekankan pentingnya peran tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan keterlibatan masyarakat dalam pengawasan investasi yang beroperasi di wilayah Barito Utara, Kamis, 15 Januari 2026.

Ia menilai, CSR tmy.idak boleh diposisikan sekadar sebagai kewajiban formal, melainkan harus dirancang untuk menjawab kebutuhan riil masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

“Program CSR jangan hanya bersifat seremonial. Harus ada dampak nyata yang dirasakan masyarakat, baik di bmy.idang ekonomi, pendmy.idikan, kesehatan, maupun lingkungan,” kata Benny Siswanto.

Selain itu, Benny juga menyoroti pentingnya membuka ruang partisipasi masyarakat dalam proses pengawasan. Menurutnya, warga sekitar merupakan pihak yang paling mengetahui dampak langsung dari aktivitas perusahaan.

“Masyarakat harus diberi ruang untuk menyampaikan aspirasi dan pengaduan. Suara mereka penting dalam memastikan perusahaan berjalan sesuai aturan,” ujarnya.

Ia mendorong agar pengawasan investasi dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan pemerintah daerah, DPRD, lembaga pengawas, akademisi, serta unsur masyarakat, sehingga pengawasan tmy.idak bersifat sepihak.

Dengan pola tersebut, Benny meyakini iklim investasi di Barito Utara akan semakin sehat, transparan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat jangka panjang.

“Kalau semua pihak dilibatkan, investasi tmy.idak hanya menguntungkan perusahaan, tapi juga benar-benar mengangkat kualitas hmy.idup masyarakat Barito Utara,”pungkasnya. (Red)