Peringatan Isra Mi’raj 1447 H, TP PKK Barito Utara Dorong Penguatan Peran Keluarga

AspirasiRakyat.My.Id, Barito Utara— Tim Penggerak PKK Kabupaten Barito Utara menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi sebagai momentum memperkuat keimanan, ketakwaan, serta peran keluarga dalam membentuk generasi berakhlak mulia, Jumat, 16 Januari 2025.

Ketua TP PKK Kabupaten Barito Utara Hj. Maya Savitri Shalahuddin dalam sambutannya mengajak seluruh kader PKK dan masyarakat untuk menjadikan peringatan Isra Mi’raj sebagai sarana refleksi nilai-nilai keagamaan dalam kehmy.idupan sehari-hari.

“Isra Mi’raj bukan sekadar peringatan seremonial, tetapi mengandung hikmah mendalam tentang pentingnya shalat sebagai fondasi pembentukan karakter yang disiplin dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa keluarga memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai agama dan moral kepada anak sejak usia dini.

“Keluarga adalah madrasah pertama bagi anak-anak, tempat nilai keimanan dan akhlak dibentuk sejak awal,” katanya.

Sebagai Ketua TP PKK, Hj. Maya Savitri juga menekankan bahwa melalui pelaksanaan 10 Program Pokok PKK, pihaknya terus mendorong terwujudnya keluarga yang religius, harmonis, dan sejahtera sebagai dasar pembangunan masyarakat Barito Utara yang maju dan bermartabat.

“Melalui penguatan peran keluarga, kita berharap mampu melahirkan generasi yang beriman, berakhlak mulia, dan peduli terhadap lingkungan sosial,” ujarnya.

Peringatan Isra Mi’raj tersebut diisi dengan tausiah oleh Ustadz Rusmadi, Lc, serta dihadiri organisasi wanita se-Kabupaten Barito Utara, kelompok pengajian, dan undangan lainnya.

“Semoga peringatan ini semakin memperkuat ukhuwah Islamiyah dan meningkatkan kualitas ibadah serta peran perempuan dalam membangun masyarakat,” ujarnya. (Red)

Keluarga Desak Polisi Tuntaskan Kasus Kematian Kostanis Bame, Minta Kapolda Ambil Alih

 

SORONG,– Keluarga korban mendesak Kepolisian Resor (Polres) Sorong segera menuntaskan kasus kematian Kostanis Hasiway Bame yang terjadi Sabtu (24/5/2025) dini hari di dekat Rumah Makan Jonglo, SP 1, Distrik Aimas, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya.

Mereka meminta Kapolres Sorong beserta jajaran mengungkap dan memproses hukum pelaku yang diduga terlibat, serta mendesak Kapolda Papua Barat Daya untuk mengambil alih penyelidikan.

“Kami pihak keluarga korban mendesak Polres Sorong mengusut tuntas. Diduga pelaku utama berinisial RT dan YB. Mediasi sudah dilakukan 10 kali oleh pihak Lantas Polres Aimas, tetapi kasus masih jalan di tempat,” ujar orang tua korban, Jerry Bame, saat ditemui di Sorong, Rabu (13/8/2025).

Menurut Jerry, hasil visum RSUD Sele Besolu menunjukkan luka yang dialami anaknya bukan akibat kecelakaan lalu lintas, melainkan dugaan kuat pembunuhan. Ia juga menyebut hasil ritual adat yang dilakukan keluarga mengarah pada dua terduga pelaku tersebut.

“RT sempat ditahan, tapi dilepaskan tanpa pemberitahuan kepada keluarga. Polisi punya alat canggih seperti sidik jari dan lainnya, tapi prosesnya lambat,” kata Jerry sambil meneteskan air mata.

Kronologi Kejadian

Pada Jumat (23/5/2025) sekitar pukul 23.47 WIT, korban dijemput oleh temannya, RT, di rumah kos di Unit 1, Distrik Aimas. RT diketahui membawa minuman keras jenis cap tikus.

Keduanya sempat bertemu seorang saksi, Simon Nauw, di Jalan Pepaya Jalur II. Setelah minum bersama, mereka melanjutkan perjalanan ke SP 1 untuk bertemu dua teman lain, yakni Paul Weking dan Yorrys Basna.

Sekitar pukul 03.00 WIT, Paul Weking pamit, meninggalkan korban bersama RT dan YB. Pukul 04.30 WIT, korban ditemukan tergeletak tak bernyawa di pinggir jalan dekat RM Jonglo, lokasi terakhir mereka minum.

YB kemudian melapor ke Pos Penjagaan Tugu Merah. Polisi yang menerima laporan membawa korban ke RSUD John Piet Wanane, lalu dirujuk ke RSUD Sele Besolu. Keluarga baru mendapat kabar sekitar pukul 12.10 WIT bahwa Kostanis telah meninggal dunia.

Jenazah dimakamkan pada Minggu (25/5/2025) di TPU Rufei, Kota Sorong.

Tuntutan Keluarga Korban

  1. Mendesak Kapolres Sorong dan jajaran segera mengungkap pelaku pembunuhan Kostanis Hasiway Bame.
  2. Meminta Kapolda Papua Barat Daya mengambil alih penanganan kasus.
  3. Meminta polisi memproses hukum para terduga pelaku yang telah disebutkan keluarga.

“Kami hanya ingin keadilan untuk anak kami. Jangan sampai kasus ini dibiarkan berlarut-larut,” pungkas Jerry. Ys