Bupati Jeneponto Diduga Terlibat Korupsi Pasar Lassang-Lassang, Tiga Lembaga Antikorupsi Segera Audiensi ke Polda dan Kompolnas”

Jeneponto — Dugaan keterlibatan Bupati Jeneponto, H. Paris Yasir, dalam kasus dugaan korupsi Pasar Lassang-Lassang kembali menjadi sorotan publik. Fakta persidangan, termasuk putusan terdakwa Haruna Talli, disebut secara gamblang menyinggung keterlibatan kepala daerah tersebut, memunculkan desakan agar aparat penegak hukum bertindak tegas, transparan, dan profesional.

Menindaklanjuti hal ini, Indonesian Anti Corruption Advocacy (IACA) memastikan akan bertandang langsung ke Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel) pada pekan depan. IACA akan didampingi Anti Corruption Committee (ACC) Sulawesi Selatan dan Indonesia Corruption Watch (ICW) untuk menekan proses hukum berjalan transparan, cepat, dan tanpa intervensi.

Muhammad Iqbal, Direktur IACA, menegaskan:

“Fakta persidangan sudah gamblang. Putusan terdakwa Haruna Talli menyebut keterlibatan Bupati Jeneponto. Kami akan pastikan penyidik menindaklanjuti tanpa pandang jabatan. Kasus ini harus tuntas sampai selesai agar asas kepastian hukum menjadi jelas. Pengawalan ini bukan sekadar pemantauan, tapi dorongan nyata agar hukum ditegakkan adil.”

Saat ditemui awak media di seputaran Kota Makassar, perwakilan IACA menambahkan:

“Apa yang kami lakukan bukan karena ada faktor pendukung atau kepentingan tertentu. Kami bergerak untuk mempertahankan asas keadilan dan memastikan hukum berjalan sesuai semestinya.”

Senada dengan Anggaressa (ACC Sulsel) menyampaikan:

“Fakta-fakta persidangan tidak boleh diabaikan. Jika pertimbangan majelis hakim mengarah pada pihak tertentu, aparat penegak hukum wajib menindaklanjuti secara tuntas. Kami mendukung penuh pengawalan IACA agar hukum ditegakkan transparan dan akuntabel.”

Sedangkan Egi Primayogha, Advocacy Koordinator ICW, menegaskan:

“Kasus ini strategis bagi integritas pemerintahan Jeneponto. Fakta persidangan harus ditindaklanjuti tuntas. Hukum berlaku sama untuk semua pihak, termasuk pejabat daerah.”

Ketiga lembaga Ngo antikorupsi ini sepakat melakukan pengawalan intensif. Selain mengunjungi Polda Sulsel, mereka juga telah menjadwalkan audiensi dengan pimpinan Kompolnas pada tanggal 9 Februari 2026 di Jakarta, untuk memastikan proses penyelidikan dan penyidikan berjalan profesional, objektif, dan akuntabel.

Kasus dugaan korupsi Pasar Lassang-Lassang tetap menjadi perhatian luas masyarakat. Publik menuntut proses hukum tegas, transparan, dan berkeadilan, agar tidak ada pihak yang luput dari pertanggungjawaban hukum, termasuk pejabat daerah. Dengan pengawalan kolaboratif IACA, ACC Sulsel, dan ICW, masyarakat berharap asas kepastian hukum dan keadilan benar-benar ditegakkan.Tim

Rumah BUMN Seruyan Dorong Gula Nipah Gawi Bapakat Tembus Pasar Nasional

AspirasiRakyat.My.Id Kuala Pembuang– Rumah BUMN Seruyan terus mendorong produk unggulan daerah agar mampu bersaing di tingkat nasional. Upaya tersebut ditunjukkan melalui pengenalan Gula Nipah Gawi Bapakat di Yogyakarta sebagai representasi kearifan lokal dan semangat gotong royong masyarakat Kabupaten Seruyan, Sabtu 27 Desember 2025.

Asisten Supervisor Rumah BUMN Seruyan, M. Andi Hmy.idayat, mengatakan kehadiran Rumah BUMN di Yogyakarta bukan sekadar membawa produk, melainkan juga membawa cerita perjuangan para pelaku UMKM daerah yang selama ini konsisten mengembangkan usaha berbasis potensi lokal.

“Gula Nipah Gawi Bapakat ini adalah hasil dari proses panjang pendampingan UMKM, mulai dari pengolahan, peningkatan kualitas, hingga pengemasan agar siap bersaing di pasar yang lebih luas,” ujar Andi Hmy.idayat.

Ia menjelaskan, Rumah BUMN Seruyan berperan sebagai penghubung antara potensi lokal dan peluang pasar nasional. Pendampingan dilakukan secara berkelanjutan agar pelaku UMKM mampu naik kelas dan tampil lebih profesional.

“Kami ingin UMKM Seruyan percaya diri bahwa produk daerah memiliki kualitas dan nilai yang tmy.idak kalah dengan produk dari daerah lain,” katanya.

Menurut Andi, langkah membawa Gula Nipah Gawi Bapakat ke Yogyakarta menjadi bukti bahwa produk lokal Seruyan memiliki martabat dan daya saing untuk berdiri sejajar di panggung nasional.

“Dari Seruyan, kami optimistis produk lokal bisa diterima dan dibanggakan di tingkat nasional,”pungkasnya. (Red)

Kuasai Pasar Gas Asia Tengah dalam 3 Hari

Jakarta, 29 Juni 2025 — Dunia korporasi digemparkan dengan pengungkapan hubungan strategis antara Arishaf Coorporation TBK dan Renita Coorporation Inc, dua perusahaan yang kini menjadi sorotan dalam lingkaran bisnis Asia. Dalam pernyataan resminya, CEO Arishaf Coorporation TBK, Zulkipani Thamrin, menyampaikan bahwa Renita bukan entitas yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari konglomerasi dua perusahaan besar yang disokong oleh tokoh kunci finansial asal Indonesia yang dikenal dengan sebutan Putra Makassar.

Zulkipani menyebut kerja sama ini bukan hanya berbasis nilai saham atau kepemilikan, tetapi lebih pada arah ideologis bisnis yang terintegrasi—berlandaskan visi kemandirian ekonomi regional dan kontrol atas sumber daya strategis di kawasan Asia dan Timur Tengah.

“Kehadiran Renita Coorporation Inc merupakan manifestasi dari strategi besar kami. Ia bukan anak perusahaan, bukan pula sekadar mitra, tapi bagian dari arsitektur bisnis kami yang dibentuk untuk menghadirkan dominasi ekonomi secara elegan. Sosok Putra Makassar yang selama ini berada di balik layar, adalah mastermind yang telah menyatukan kekuatan finansial dan pengaruh lintas sektor,” jelas Zulkipani Thamrin.

Yang mengejutkan, hanya dalam tiga hari setelah peluncuran globalnya, Renita Coorporation Inc langsung menembus pasar perdagangan gas di Asia Tengah, wilayah yang selama ini dikenal sebagai medan kompetisi raksasa energi dunia seperti Rusia, Tiongkok, dan Turki. Pencapaian ini tidak hanya mengukuhkan kapasitas manajerial dan diplomasi korporat Renita, tetapi juga menjadi alarm bagi pemain-pemain lama di industri energi.

“Kami memasuki pasar yang selama ini dikunci oleh kekuatan geopolitik, dan dalam hitungan hari, kami berhasil mendapatkan akses perdagangan gas di Asia Tengah. Ini bukan sekadar pencapaian bisnis, ini adalah bukti bahwa kekuatan baru dari Asia Tenggara bisa menembus blok energi global,” ujar CEO Renita Coorporation Inc.

Funder misterius, Putra Makassar, yang dikenal enggan tampil di publik, disebut-sebut sebagai pemegang jaringan koneksi internasional yang telah lama menyiapkan panggung ekspansi ini. Dengan pendekatan diplomasi bisnis senyap, ia memainkan peran penting dalam membuka gerbang pasar, baik di kawasan Asia Tengah, Asia Barat, hingga Afrika Timur.

Pakar ekonomi energi internasional menilai langkah ini sebagai “silent takeover” atau pengambilalihan senyap terhadap ruang-ruang strategis di industri gas, dan memperkirakan bahwa dalam lima tahun ke depan, aliansi Arishaf–Renita bisa menjadi salah satu poros kekuatan ekonomi energi baru di kawasan Eurasia.


Menuju Pusat Kekuatan Ekonomi Baru Asia

Kolaborasi Arishaf dan Renita dipandang bukan sekadar upaya bisnis, tetapi sebagai fondasi kekuatan ekonomi regional yang digerakkan dari Selatan. Di saat banyak perusahaan multinasional menghadapi stagnasi dan resistensi geopolitik, Arishaf dan Renita justru hadir sebagai alternatif power player dari Asia Tenggara.

Dengan jejak rekam yang bersih, kekuatan modal yang mapan, serta kecerdasan membaca celah pasar global, kedua perusahaan ini diproyeksikan akan memimpin sejumlah proyek strategis di sektor energi, logistik, dan infrastruktur lintas negara dalam dekade mendatang.

Redaksi